Prodi Pendidikan Teologi: Lokakarya Peninjauan Kurikulum Hadirkan Pihak Luar Kampus

STKIP St. Paulus Ruteng (Februari 2019). Program Studi Pendidikan Teologi menyelanggarkan lokakarya peninjuan kurikulum dengan menghadirkan pihak di laur kampus.

Peninjaun kurikulum sebagai tindakan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja, dan lokakarya peninjaun kurikulum yang dilaksanakan oleh program studi Pendidikan Teologi saat ini adalah sebagai upaya untuk menciptakan lulusan yang kompten dibidangnya.

Hal itu dikatakan ketua STKIP Santu Paulus Ruteng Dr. Yohanes Servatius Lon, MA saat mebuka kegiatan lokakarya  peninjauan  kurikulum yang dilaksanakan di  ruangan Van Roosmalen 08 pada hari Senin (18/2/2019).

“Masukan, dan keritikan kita semua yang hadir pada hari ini selain bukti cinta dan dukungan terhadap program studi sulung ini, tetapi juga dukungan untuk terus terlibat dalam  membangun gereja dan bangsa dengan mempersiapkan lulusan kita yang sangat kompeten di bidangnya sesuai tuntutan jaman,”.  Kata ketua STKIP diakhir sambutannya.

 

Baca Juga: Keprodi Teologi: Perubahan Terjadi Ketika terdapat Orang yang Terbuka Pada Hembusan Roh Pembaharuan

 

Sementara ketua program Studi pendidikan Teologi, Oswaldus Bule, Lic, dalam  sambutannya mengapresiasi kehadiran para stakeholders, dan kerja keras panitia melalui teacher stady yang telah bekerja mengumpulkan dan menganalis data yang dikumpulkan melalu kuisioner.

Lokakarya peninjauan kurikulum yang dihadiri oleh kepala kementerian agama Kabupaten Manggarai, sekretaris Keukuskupan Ruteng, Ketua SUKMA, Direktur Pusat Pastoran Keuskupan Ruteng (PUSPAS), Ketua Yayasan Santu Pualus Ruteng, Pengguna lulusan, dan alumni diawali dengan presentasi kajian kritis tentang kurikulum yang sedang berlaku di Program Studi Pendidikan Teologi.

Kajian yang dipresentasikan oleh sekretaris keuskupan Ruteng, Dr. Mafred Habur, Lic, berjudul Identitas Kateketik dan Pembaharuan Pendidikan Keagamaan Katolik, dilanjutkan dengan presentasi hasil masukan dari alumi, pengguna lulusan, dan stakeholders lainnya  yang diperoleh melalui kuisioner.

Berdasarkan kajian kritis Romo Malfed dan hasil analisis data yang dipresentasikan oleh Alfonsus Sam, M.Pd, perserta memberikan catatan dan masukan demi pembaharuan kurikulum program Studi Pendidikan Teologi. Selain itu, perserta yang hadir diberikan kesempatan untuk memberikan masukan dan catatan dan hasil evaluasi kinerja terhadap lulusan program studi Pendidikan Teologi yang sudah bekerja.

Masukan dan catatan evaluasi dari pengguna lulusan, alumni dan stakehorders yang hadir akan didalami oleh panitia khusus deprogram studi, dan akan dipresentasikan pada lokakarya selanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, jumlah mahasiswa prodi sulung di STKIP St.Paulus yang setiap tahun menurun, menjadi tema menarik  dalam diskusi.

Terkait hal itu, ketua Yayasan Santu Paulus Ruteng, Romo Ledobaldus R. Mujur,Pr, mengatakan bahwa, pada prinsipnya Yayasan selalu mendukung upaya sekolah dalam meningkatkan kualitas SDM, pengembangan sekolah dan upaya sekolah untuk menarik minat masyarakat Manggarai.

“Yayasan memberikan beasiswa kepada mahasiswa Teologi yang diutus oleh Kevikepan, dan potongan biaya pertama perkuliahan sebesar Rp 2.000.000” Demikian kata Ketua Yayasan yang akrab disapa Romo Roling. (Feliks Hatam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Drs. Eliterius Sennen, M.Pd: Merancang Kegiatan Pembelajaran Matematika Yang Berorientasi Hots.

Labuan Bajo-Paroki Nunang-Drs. Eliterius Sennen, M.Pd melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)  untuk guru-guru SD ...