Sivitas Akademika STKIP Santu Paulus Ruteng Bersatu Dalam Gerakan Peduli Sampah Di Kota Ruteng

STKIP Santu Paulus Ruteng (Januari 2019). Sivitas Akademik Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Santu Paulus Ruteng bersatu dalam gerakan peduli sampah di kota Ruteng.

 

Komitmen tersebut, terlihat dalam keterlibatan Sivitas Akademika STKIP Santu Paulus Ruteng  melalui gerakan “Ruteng Perangi Sampah” yang dilaksanakan di Ruteng, (25 dan 26 Januari 2019). Gerakan ini diinisiasi oleh kelompok yang menamakan diri Gerakan Masyarakat Peduli Sampah. Gerakan ini, bermula dari suatu keprihatinan atas kenyataan bahwa Kota Ruteng termasuk salah satu kota kecil terkotor di Indonesia. Demikian kata salah satu peserta pada kegiatan tersebut yang namanya engan disebutkan.

Baca Juga: LPPM STKIP St. Paulus Ruteng: Dua Jurnal Telah Diterbitkan Januari 2019

 

Mahasiswa Sedang Mengangkat Sampah

Pembantu Ketua III STKIP Santu Paulus Ruteng, Stepanus Turibius Rahmat, S.Fil, M.Pd disela-sela kegiatan mengatakan bahwa, kegiatan peduli lingkungan bersih sering dilakukan oleh mahasiswa STKIP Santu Paulus Ruteng melalui kegiatan bakti sosial sebagai salah satu kegiatan rutin mahasiswa setiap program Studi. Bedanya dengan  kegiatan kali ini adalah mahasiswa/I terjun ke tempat yang rawan sampah. Karena pada kegiatan sebelumnya, mahasiswa hanya membersihkan sampah di seputaran daerah pertokoan, pasar dan di sekitar ruko.

STKIP Santu Paulus Ruteng menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif Gerakan Masyarakat Peduli Sampah yang difasilitasi oleh Tiransius Kamilius Otwin Wisang sebagai koordinator aksi GMPS. Kata PUKET III yang akrab disapa Rm. Stera.

 

Baca Juga: Kasat Lantas Manggarai Jainudin Memberikan Kuliah Umum Di STKIP St. Paulus Ruteng

 

Koordinator Gerakan, Otwin Wisang, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sebagai suatu ajakan bagi masyarakat untuk memerangi sampah secara bersama-sama agar suatu saat Ruteng menjadi kota yang indah dan asri dan rumah bersama yang nyaman, yang harus dijaga dan dirawat.

Otwin juga menegaskan,  GMPS Ruteng adalah forum non partisan, bukan politik. Gerakan ini lahir secara spontan untuk menyikapi yang dirilis oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berkaitan dengan kota-kota yang mendapat nilai paling rendah dalam penilaian program Adipura periode 2017-2018 sebagai daerah atau kota terkotor,  dan kota Ruteng mendapat predikat sebagai  salah satu kota kecil terkotor di Indonesia.  Keterlibatan semua pihak dalam kegiatan ini mau menegaskan bahwa kebersihan kota Ruteng adalah tanggung jawab semua orang, “Kita harus mempunyai komitmen untuk perangi sampah di Kota Ruteng”. Lanjut Otwin.

 

Hal yang sama diungkapkan oleh Puket I STKIP Santu Paulus Ruteng, Dr. Inosensius Sutam, yang turut terlibat dalam kegiatan itu, bahwa, kota Ruteng sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Manggarai harus bersih dan asri, ita semua mempunyai tugas dan tanggungjawab yang sama untuk menjaga kebersihan kota Ruteng sebagai rumah bersama.

“STKIP Santu Paulus Ruteng sebagai suatu lembaga pendidikan tinggi harus secara kontinue mengkampanyekan tentang pentingnya hidup sehat dengan terus menjaga kebersihan di mana-mana. Demikan kata Puket I dan Puket III di sela-sela kegiatan.

Diketahui bahwa, Sivitas Akademika STKIP Santu Paulus Ruteng terlibat selama dua (2) hari kegiatan yakni pada tanggal 25 Januari 2019 untuk mahasiswa Program Studi Pendidikan Teologi, Pendididkan Bahasa Inggris dan PGSD, sedangkan pada hari Sabtu, 26 Januari 2019 adalah mahasiswa Prodi PG PAUD, Pendidikan Matematika dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. (Stepanus Turibius Rahmat, S.Fil, M.Pd dan Feliks Hatam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

STKIP ST.PAULUS RUTENG PEMENANG PROPOSAL HIBAH NASIONAL TERBANYAK DI LLDIKTI WILAYAH VIII

STKIP ST.PAULUS RUTENG (Februari 2019)-Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Santu Paulus Ruteng memenangkan ...